Bumiroso – Perpustakaan Wijaya Kusuma Desa Bumiroso menyelenggarakan Pelatihan Kepustakawanan bagi Pengelola Perpustakaan pada 19–21 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan di Ruang Diskusi Perpustakaan Wijaya Kusuma Desa Bumiroso dan diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan desa, relawan literasi, serta perwakilan perangkat desa.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola perpustakaan agar mampu memberikan layanan yang lebih profesional, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Wonosobo, yaitu pustakawan serta pendamping perpustakaan desa yang berpengalaman di bidang kepustakawanan.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Perpustakaan Wijaya Kusuma Desa Bumiroso, Deka Uswatun Chasanah, S.Pd menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat literasi dan pembelajaran masyarakat.
“Perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi harus mampu menjadi ruang belajar, ruang diskusi, dan ruang tumbuh bagi masyarakat. Melalui pelatihan kepustakawanan ini, kami berharap pengelola memiliki pengetahuan, keterampilan, dan semangat baru untuk mengembangkan Perpustakaan Wijaya Kusuma agar lebih tertata, inovatif, dan bermanfaat bagi warga Desa Bumiroso,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo serta partisipasi aktif para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan secara penuh selama tiga hari.
Hari pertama pelatihan mengangkat tema Dasar-Dasar Manajemen Perpustakaan Desa, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan perpustakaan. Peserta dibekali keterampilan menyusun program kerja, struktur organisasi, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan perpustakaan desa melalui diskusi dan praktik langsung.
Pada hari kedua, pelatihan berfokus pada Pengelolaan Koleksi dan Digitalisasi, meliputi seleksi dan pengadaan bahan pustaka, teknik katalogisasi dan klasifikasi dasar, pengindeksan sederhana, serta pengenalan otomasi perpustakaan berbasis aplikasi Inlislite. Peserta melakukan praktik input data koleksi, penataan koleksi di rak, serta pelestarian bahan pustaka.
Sementara itu, hari ketiga membahas Pengembangan Layanan, Promosi, dan Program Literasi. Materi yang disampaikan mencakup layanan prima perpustakaan desa, strategi promosi dan pemasaran, pengembangan minat baca melalui storytelling, diskusi buku, dan kelas kreatif, serta penguatan peran strategis perpustakaan desa sebagai pusat literasi masyarakat. Pada akhir sesi, peserta menyusun rencana program perpustakaan tahun 2026.
Salah satu peserta pelatihan Afat Nurohim, S.Kom menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru dalam pengelolaan perpustakaan desa.
“Selama ini kami mengelola perpustakaan secara sederhana. Melalui pelatihan ini, kami jadi memahami bagaimana menyusun SOP, mengolah koleksi dengan benar, serta menggunakan aplikasi Inlislite. Ilmu yang kami peroleh sangat membantu untuk pengembangan Perpustakaan Wijaya Kusuma ke depan,” ungkap afat.
Sementara itu, salah satu narasumber dari Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo, Sri Wuryani, S.I.Pust menilai pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik dan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi.
“Pengelola Perpustakaan Wijaya Kusuma memiliki potensi besar untuk berkembang. Selama pelatihan, peserta aktif berdiskusi dan cepat memahami materi, baik manajemen maupun teknis pengelolaan koleksi. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan sehingga perpustakaan desa benar-benar menjadi pusat literasi masyarakat,” jelasnya.
Pelatihan ini menghasilkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen perpustakaan, kemampuan pengolahan koleksi secara mandiri, pengoperasian Inlislite, serta perencanaan program layanan dan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bumiroso.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Perpustakaan Wijaya Kusuma Desa Bumiroso dapat terus berkembang menjadi perpustakaan desa yang aktif, inklusif, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat. (um)