Bumiroso, Agustus 2025 — Semangat literasi kembali menggema di Desa Bumiroso melalui penyelenggaraan Festival Literasi Wijaya Kusuma Tahun 2025, sebuah agenda tahunan Perpustakaan Wijaya Kusuma Desa Bumiroso yang menjadi wadah kreativitas, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat desa. Kegiatan ini berlangsung sepanjang 24 Juli hingga 31 Agustus 2025, dengan berbagai lomba dan kegiatan inspiratif yang melibatkan siswa, remaja, hingga masyarakat umum.
Festival Literasi Wijaya Kusuma 2025 mengusung semangat “Membangun Budaya Literasi dari Desa untuk Indonesia Cerdas”. Selama lebih dari sebulan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga beragam aktivitas yang menggabungkan nilai edukasi, sosial, budaya, dan ekonomi kreatif.
Festival diawali dengan Lomba Menulis Cerpen dan Lomba Menulis Puisi tingkat SMP/MTs yang berlangsung pada Kamis–Rabu, 24 Juli–6 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar muda untuk menyalurkan ide, imajinasi, dan kreativitas mereka dalam bentuk karya tulis.
Antusiasme juga tampak pada Sabtu, 9 Agustus 2025, ketika digelar Lomba Membaca Nyaring tingkat SD/MI mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini melatih keberanian anak-anak untuk tampil percaya diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan membaca sejak dini.
Tidak hanya fokus pada dunia literasi, panitia juga menghadirkan kegiatan sosial pada Senin, 18 Agustus 2025, berupa Donor Darah Massal yang berlangsung pukul 19.30–21.00 WIB, diikuti dengan Nonton Film Bareng sebagai sarana hiburan dan kebersamaan warga.
Puncak acara digelar meriah pada Sabtu–Minggu, 30–31 Agustus 2025, mulai pukul 08.00–18.00 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan Seremonial Pembukaan Festival Literasi Wijaya Kusuma, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan menarik seperti:
Lomba Mewarnai Tingkat PAUD/KB, TK/RA, dan Kelas 1 SD/MI
Festival Dolanan Anak, yang memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda
Festival Bakoelan (UMKM), wadah promosi dan penjualan produk-produk unggulan warga
Panggung Literasi, tempat unjuk karya dan penampilan seni dari berbagai komunitas
Sebagai penutup yang penuh makna, pada Minggu, 31 Agustus 2025 pukul 14.00 WIB, diadakan acara Apresiasi Literasi Wijaya Kusuma, yang menjadi momentum pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba serta pihak-pihak yang berkontribusi dalam memajukan budaya literasi di Desa Bumiroso.
Kepala Desa Bumiroso, Sumardin, SE., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Festival Literasi Wijaya Kusuma adalah wujud nyata bahwa gerakan literasi bisa tumbuh dari desa. Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat membaca, menulis, dan berkarya bagi seluruh warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah desa dan penggerak literasi untuk mengembangkan kegiatan literasi yang berpihak pada masyarakat dan mengakar pada kearifan lokal.
Ditemui disela-sela kegiatan, Kepala Perpustakaan Wijaya Kusuma Desa Bumiroso, Deka Uswatun Chasanah, S.Pd., menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk semangat kolektif dalam membangun budaya literasi yang relevan dengan karakteristik masyarakat desa.
"Festival Literasi Wijaya Kusuma 2025 menjadi langkah nyata dalam mendekatkan literasi kepada masyarakat secara menyeluruh, serta menjadi bagian dari strategi pengembangan desa yang inklusif, cerdas, dan berdaya saing," kata Deka.
Semangat kolaborasi antara Perpustakaan Wijaya Kusuma sebagai penggerak literasi di Desa Bumiroso, Pemerintah Desa, Lembaga Desa, KIM Sahwahita Desa Bumiroso dan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat berbasis literasi secara berkelanjutan.
Festival Literasi Wijaya Kusuma tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga ruang interaksi yang mempertemukan pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif. Melalui kegiatan ini, Desa Bumiroso berupaya menjadikan literasi sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang berdaya, kreatif, dan mandiri.
Dengan kolaborasi antara perpustakaan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, komunitas, dan UMKM, Festival Literasi Wijaya Kusuma 2025 menjadi bukti nyata bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi tentang menumbuhkan kesadaran, membangun karakter, dan memperkuat identitas desa. (um)